Australia, tvmukalsel.com – Pendirian Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne menjadi babak baru dalam strategi diplomasi lunak Indonesia di mancanegara. Kehadiran sekolah ini tidak hanya menandai jejak sejarah ekspansi pendidikan Muhammadiyah di tingkat internasional, tetapi juga menjadi instrumen efektif untuk memperkenalkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan berkemajuan di tengah masyarakat Australia.
Langkah strategis Pimpinan Cabang maupun Ranting Istimewa Muhammadiyah di Australia ini mendapat apresiasi tinggi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra. Peran aktif struktur Muhammadiyah di Australia dinilai memberi kontribusi nyata dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara tetangga tersebut.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan seperti MAC mampu berfungsi sebagai jembatan budaya yang intuitif. Menurutnya, konsep Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah sangat relevan dengan realitas sosial Australia yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi.
Secara geografis, Indonesia dan Australia memang berdampingan. Namun, secara budaya, masyarakat Australia cenderung merasa lebih dekat dengan dunia Barat. Di sinilah MAC mengambil peran krusial: hadir untuk mengenalkan potret Indonesia secara utuh—baik dari segi budaya maupun karakteristik masyarakat muslimnya yang toleran. Najib pun berharap kehadiran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dapat terus meluas di berbagai kawasan Australia agar representasi Indonesia di ranah global semakin kuat.
Dari kacamata pengelola di lapangan, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Hamim Jufri, menegaskan bahwa pendirian MAC merupakan wujud konkret diplomasi kebudayaan guna membangun kepercayaan (trust) masyarakat lokal terhadap Indonesia. Ia menilai pengoperasian MAC menjadi pembuktian kualitas dan standar pendidikan modern berlandaskan nilai Islami yang mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan Australia.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, penguatan kapasitas internal warga Indonesia di sana juga terus berjalan. Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyoroti pentingnya peran diaspora Indonesia yang menjadi peserta kegiatan Baitul Arqom di Sydney.
Pengalaman hidup para diaspora di tengah masyarakat multikultural Australia dinilai sebagai aset berharga. Melalui pendekatan partisipatif, ruang pemikiran dan inspirasi mereka digali untuk memperkuat sistem kaderisasi serta merumuskan visi kepemimpinan Muhammadiyah yang relevan dengan tantangan zaman, baik untuk masa kini maupun masa depan.
Sumber : Muhammadiyah.or.id
Agus tvMu








Komentar