KUALA LUMPUR, tvmukalsel.com — Gerakan dakwah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di ranah internasional mencatatkan tonggak sejarah anyar. Langkah strategis ini ditandai dengan pengukuhan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ’Aisyiyah (PRIA) Klang Lama di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Ahad (20/9).
Momen pengukuhan ini terbilang langka dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pasalnya, jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turun langsung ke lapangan untuk melantik kepengurusan di tingkat ranting internasional.
Amanat organisasi sekaligus prosesi pelantikan pengurus PRIM dan PRIA Klang Lama tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.
Sayuti menggarisbawahi bahwa peristiwa di Klang Lama ini membukutikan ekspansi jaringan organisasi yang makin solid di mancanegara.
Kehadiran jajaran pimpinan pusat untuk melantik level ranting menjadi bukti nyata perhatian tinggi terhadap pergerakan kader di luar negeri.
Dalam arahannya, pengurus baru diminta untuk merawat konsistensi serta dedikasi dalam membesarkan persyarikatan di tengah dinamika kehidupan migran. Kesibukan kerja harian diharapkan tidak melunturkan komitmen berorganisasi.
Apresiasi khusus juga dialamatkan kepada etos kerja para perantau asal Jawa Timur yang mendominasi kepengurusan dan dinilai memiliki daya juang tinggi di perantauan.
Dukungan terhadap geliat organisasi ini turut datang dari pihak diplomatik Indonesia. Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Danang Waskito, menyambut hangat gebrakan baru yang ditunjukkan warga Muhammadiyah setempat.
Danang mengamati bahwa kemasan acara pelantikan dibuat begitu dinamis dan penuh energi, meski secara struktur berada di tingkat ranting.
Inovasi dan penyampaian pesan yang segar tersebut dinilai efektif sebagai sarana dakwah kultural yang luwes di tengah masyarakat. Danang bahkan membagikan kenangan personal terkait keaktifan sang ibu sewaktu menjadi bagian dari gerak dakwah ’Aisyiyah.
Pengalaman masa kecil itu membuatnya paham betul bagaimana pendekatan kreatif mampu merekatkan hubungan antaranggota komunitas.
Di sisi lain, pihak perwakilan RI melihat keberadaan ranting istimewa ini sebagai elemen krusial dalam memperkuat jangkauan perlindungan warga negara. keterbatasan personel diplomatik untuk menjangkau seluruh wilayah Malaysia dapat terbantu oleh kehadiran simpul-simpul komunitas lokal.
Kehadiran organisasi masyarakat sipil yang aktif dinilai memudahkan koordinasi penanganan isu-isu PMI maupun WNI secara keseluruhan.
Perwakilan negara menegaskan kesiapan untuk terus membuka pintu sinergi dan komunikasi demi keselamatan serta kesejahteraan perantau Indonesia.
Prosesi bersejarah ini turut disaksikan secara langsung oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yakni Tamhid Mashudi selaku pimpinan wilayah bersama Zaenal Arifin selaku wakil sekretaris.








Komentar