​Jejak Langkah dan Kebaikan Abadi Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ: Dari Alabio, Beruntung Jaya, hingga Peristirahatan Terakhir

- Reporter

Sabtu, 19 September 2026 - 23:08 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak pengabdian almarhum Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ dalam dunia medis, pendidikan, dan dakwah di Kalimantan Selatan meninggalkan kenangan indah bagi siapa saja yang pernah bersinggungan dengan beliau. Di balik sosoknya yang terpandang sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, akademisi senior Fakultas Kedokteran ULM, serta tokoh Muhammadiyah, almarhum adalah pribadi yang sangat bersahaja, ramah, dan penuh kasih sayang kepada sesama.

Akar Tradisi dan Kerinduan akan Tanah Kelahiran Alabio

​Meskipun puluhan tahun memangku jabatan penting, jiwa dan ingatan almarhum tak pernah lepas dari tanah kelahirannya di Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satu kenangan paling berkesan adalah saat beliau melakukan tapak tilas ke Desa Padang Bangkal—sebuah desa terpencil di ujung HSU. Setelah hampir 40 tahun berlalu, baru di masa itulah beliau kembali menginjakkan kaki di sana, mengenang masa kecil dan silsilah keluarga besar yang ditinggalkannya.

​Keterikatan emosional ini terpancar dari kebiasaan beliau yang tak pernah bosan bercerita tentang Alabio, baik saat berkumpul bersama keluarga maupun ketika beristirahat di bangunan lama Masjid Hj. Nuriyah. Dengan logat khas Alabio dan tutur kata yang santun—warisan luhur dari orang tuanya—beliau selalu bersemangat menceritakan nostalgia masa kecil. Kerinduan itu kerap kali terobati lewat kegemaran beliau menikmati kuliner khas pahuluan berbumbu santan, seperti gangan kaladi karuh dan iwak bapais.

​Kecintaan pada tanah kelahiran tak sekadar ucapan. Almarhum secara konsisten menyisihkan gajinya untuk rutin dibagikan ke berbagai posko sosial, seperti Panti Asuhan Muhammadiyah Alabio dan Mu’allimin Alabio. Di bidang pendidikan dasar, beliau juga memberikan peran dan kontribusi besar bagi kemajuan SD Hj. Nuriyah demi mencerdaskan generasi penerus.

​Sisi Humanis dan Kedermawanan di Beruntung Jaya, Banjarmasin

​Sebelum memutuskan untuk menetap di Banjarbaru hingga tutup usia, almarhum menyimpan kenangan yang sangat mendalam bagi warga Banjarmasin, khususnya saat beliau masih tinggal di kawasan Simpang 3 Beruntung Jaya. Di lingkungan pemukiman ini, kebiasaan dan keteladanan beliau mengukir kesan yang tak akan pernah dilupakan oleh warga dan para jamaah.

​Masjid Al-Muflihun menjadi saksi bisu atas rutinitas dan kedermawanan almarhum sehari-hari. Hampir setiap pagi, almarhum datang ke masjid sambil membawa makanan. Dengan penuh kerendahan hati dan tanpa ingin menonjolkan diri, beliau menggantungkan bungkusan makanan tersebut di gagang pintu bagian belakang masjid, tepat di area dekat pengimaman, agar bisa dinikmati oleh jamaah atau pengurus masjid.

​Tak hanya mengalirkan bantuan pangan dan ilmu, kepakarannya sebagai dokter juga beliau baktikan secara langsung di lingkungan masjid. Ketika mendapati ada jamaah yang sedang sakit, almarhum dengan penuh perhatian memberikan resep serta obat-obatan secara gratis agar para jamaah dapat kembali sehat dan beraktivitas. Kepedulian yang tulus ini beliau lakukan secara rutin tanpa mengharapkan imbalan.

​Dedikasi Tanpa Batas di Dunia Medis dan Akademis

​Perjalanan profesional Dr. Achyar dirintis dari jenjang paling bawah sebagai Kepala Puskesmas, sebelum akhirnya dipercaya memimpin RS Tamban di Barito Kuala. Puncak kepemimpinannya terukir kuat saat menahkodai RSJ Sambang Lihum dalam dua periode (1992–2007 dan 2007–2009). Di sana, beliau berhasil memodernisasi layanan kesehatan jiwa dan memperlakukan pasien ODGJ secara humanis dan bermartabat.

​Bakti beliau berlanjut di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin serta RSU Syifa Medika. Sebagai dosen di FK ULM, beliau dikenal mendidik ribuan mahasiswa tidak hanya dengan teori medis, tetapi juga dengan keteladanan etika dan empati.

​Momen Terakhir dan Kenangan yang Tak Padam

​Di penghujung hayatinya pada Kamis (17/9/2026) malam pukul 20.30 WITA di RSU Syifa Medika, sang istri, Hj. Ernawati, mengenang sebuah isyarat sederhana. Sebelum berpulang, almarhum sempat meminta agar kuku dan jenggotnya dibersihkan—sebuah kebiasaan rutin almarhum setiap hari Kamis menjelang Jumat untuk menjaga kesucian dan kerapian diri.

​Kini, sosok yang selalu menyapa dengan senyuman, rendah hati, dan murah hati itu telah pergi mendahului kita. Dedikasi almarhum Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ bagi kemanusiaan, pendidikan, dan dakwah kesehatan akan selalu menjadi warisan keteladanan yang abadi di bumi Banua.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Pendidikan Karakter dan Bimbingan Bertangan Dingin di Kampus

Di lingkungan Fakultas Kedokteran ULM, almarhum tidak sekadar berperan sebagai pengajar yang menyampaikan materi kuliah di depan kelas. Bagi para mahasiswanya, beliau adalah sosok pengayom yang selalu membuka pintu ruangannya lebar-lebar untuk berdiskusi, memberikan konsultasi, hingga mendengarkan keluh kesah seputar dinamika perkuliahan. Pendekatan beliau yang humanis membuat materi ilmu kedokteran jiwa yang rumit terasa lebih mudah dipahami dan dihayati.

​Beliau selalu menekankan kepada anak didiknya bahwa seorang dokter spesialis jiwa dituntut memiliki ketahanan mental dan kepekaan rasa yang tinggi. Dokter bukan hanya menyembuhkan gejala fisik atau memberikan resep obat, melainkan harus hadir sebagai pendengar yang jujur dan empati bagi para pasiennya. Pesan-pesan moral inilah yang terus dipegang teguh oleh ribuan alumni dokter yang kini tersebar melayani masyarakat di berbagai pelosok nusantara.

​Keteladanan Kepemimpinan di RSJ Sambang Lihum

Ketika menjabat sebagai Direktur RSJ Sambang Lihum, kepemimpinan beliau meninggalkan rekam jejak tata kelola yang sangat mengedepankan hak asasi manusia. Di masa kepemimpinannya, almarhum berjuang keras mengubah paradigma masyarakat terhadap Rumah Sakit Jiwa yang kala itu kerap dipandang sebelah mata. Beliau menata ulang lingkungan rumah sakit agar menjadi tempat pemulihan yang asri, aman, dan memanusiakan setiap pasien yang dirawat.

​Para pegawai, perawat, hingga staf kebersihan di RSJ Sambang Lihum mengingat beliau sebagai pimpinan yang sangat perhatian terhadap kesejahteraan bawahannya. Almarhum rutin berkeliling ke setiap bangsal untuk menyapa petugas yang piket dan memastikan kondisi pasien terpenuhi dengan baik. Kehadiran beliau di tengah-tengah staf selalu membawa suasana hangat dan menenangkan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang penuh rasa kekeluargaan.

​Kesederhanaan Hidup dan Kebiasaan Bermasyarakat

Meski menduduki berbagai posisi mentereng sepanjang kariernya, penampilan dan gaya hidup Dr. Achyar senantiasa bersahaja. Beliau tidak pernah memamerkan jabatan atau keahliannya di hadapan tetangga dan masyarakat umum. Bagi warga di sekitar kediamannya, beliau adalah tetangga yang ramah, selalu menyapa terlebih dahulu saat berpapasan, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan RT setempat.

​Kebiasaan beliau yang suka berbagi rasa dan menyapa siapa saja membuat sosoknya sangat dicintai oleh berbagai kalangan. Ketika berjalan menuju masjid atau sekadar berolahraga ringan di pagi hari, beliau sering berhenti sejenak untuk menanyakan kabar warga yang ditemuinya. Keramahan tulus ini memancarkan aura kebaikan yang membuat siapa saja merasa nyaman berada di dekatnya.

​Pengabdian Dakwah Kesehatan di Muhammadiyah

Di ranah persyarikatan Muhammadiyah, almarhum secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu kedokteran modern. Beliau aktif memberikan sumbangsih pemikiran dalam penguatan sarana dan prasarana kesehatan Muhammadiyah di Kalimantan Selatan. Bagi beliau, pelayanan kesehatan adalah salah satu bentuk dakwah nyata yang paling efektif untuk menyebarkan kemaslahatan bagi umat.

​Beliau juga sering diundang menjadi penceramah atau narasumber dalam berbagai forum diskusi keagamaan dan kesehatan. Dalam setiap kesempatannya berbicara, beliau selalu menyelipkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual secara seimbang. Pendekatan dakwah yang sejuk dan berbasis bukti ilmiah ini membuat materi yang disampaikan almarhum selalu dinantikan oleh para jamaah.

​Keteguhan Menjaga Silaturahmi dan Tradisi Keluarga

Di tengah kesibukannya yang menyita waktu antara rumah sakit, kampus, dan organisasi, almarhum selalu menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Beliau merupakan perekat silaturahmi keluarga besar, yang rajin mengumpulkan kerabat dan memastikan hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat. Tradisi berkumpul dan saling membantu antar-anggota keluarga selalu beliau jaga dengan penuh komitmen.

​Setiap kali keluarga besar berkumpul, almarhum kerap menjadi pusat perhatian lewat cerita-ceritanya yang penuh kehangatan dan humor segar. Cerita tentang perjuangan masa lalu, kenangan kampung halaman, hingga nasehat-nasehat kehidupan disampaikan dengan gaya bahasa yang renyah. Kebersamaan tersebut kini menjadi kenangan manis yang paling dirindukan oleh seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga :  Gelorakan Semangat 'Sehatkan Diri Sendiri', Mel’s Cup V2 2026 Resmi Bergulir di Banjarmasin

​Filosofi Dermawan Tanpa Nama

Salah satu prinsip hidup almarhum yang paling menginspirasi adalah kerahasiaan dalam bersedekah. Kebiasaan beliau membagikan sebagian gajinya ke panti asuhan, lembaga pendidikan, hingga menggantung makanan di pintu masjid dilakukan tanpa ingin diketahui banyak orang. Beliau memegang prinsip bahwa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu, sebuah cermin keikhlasan yang sangat dalam.

​Bagi almarhum, rezeki yang diterima adalah titipan yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, beliau tidak pernah merasa berat untuk berbagi, baik dalam bentuk uang, makanan, obat-obatan, maupun ilmu pengetahuan. Filosofi kedermawanan ini menjadi warisan spiritual yang sangat berharga bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

​Perhatian pada Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar

Kepedulian almarhum pada dunia pendidikan tidak berhenti di tingkat perguruan tinggi saja. Beliau memiliki perhatian yang sangat besar terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak di tingkat dasar. Keterlibatan aktif beliau dalam memajukan SD Hj. Nuriyah menjadi bukti nyata betapa beliau meyakini bahwa pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini.

​Beliau sering memberikan masukan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan dan bebas dari tekanan psikologis bagi anak-anak. Menurut pandangan beliau sebagai psikiater, masa kanak-kanak adalah fondasi utama pembentukan jiwa yang sehat di masa depan. Oleh karena itu, fasilitas dan metode pembelajaran di sekolah dasar harus mendukung kesehatan mental anak secara optimal.

​Perjalanan Menuju Banjarbaru dan Hari-Hari Terakhir

Keputusan almarhum untuk mengakhiri masa pensiunnya dan menetap di Banjarbaru membawa suasana baru dalam perjalanan hidupnya. Di kota ini, beliau menikmati masa-masa tua dengan lebih tenang, namun tetap tidak bisa melepaskan diri dari aktivitas melayani sesama. Beliau masih membuka diri untuk konsultasi kesehatan dan tetap rajin beribadah di masjid sekitar kediamannya.

​Di Banjarbaru, kehangatan pribadi almarhum tetap terpancar jelas sebagaimana saat beliau masih berdomisili di Banjarmasin. Tetangga baru dan jamaah masjid setempat dengan cepat mengenal beliau sebagai sosok sepuh yang santun, murah senyum, dan penuh kearifan. Hari-hari terakhir beliau diisi dengan ketenangan, ibadah yang tekun, serta limpahan kasih sayang dari anak dan cucu.

​Isyarat Kebersihan dan Kepasrahan Diri

Permintaan almarhum untuk memotong kuku dan merapikan jenggot menjelang hari berpulangnya menjadi kenangan yang sangat berkesan bagi sang istri, Hj. Ernawati. Kebiasaan menjaga kebersihan pada hari Kamis menjelang Jumat yang selalu rutin dijalankan almarhum menunjukkan betapa beliau sangat menjaga sunnah dan kesucian diri. Keinginan terakhir yang sederhana tersebut mencerminkan jiwa yang siap dan pasrah menghadap Sang Pencipta.

​Meskipun keluarga tidak sempat memenuhi permintaan tersebut karena kondisi fisik almarhum yang terus menurun, momen tersebut meninggalkan kesan mendalam tentang pribadi almarhum yang selalu ingin tampil rapi dan bersih. Kepasrahan almarhum di detik-detik terakhirnya menjadi teladan tentang bagaimana seorang hamba menyambut panggilan Ilahi dengan penuh ketenangan.

​Warisan Abadi bagi Bumi Banua

Kini, perjalanan panjang seorang dokter, pendidik, dan dermawan bersahaja itu telah sampai di garis akhir. Namun, jejak kebaikan dan karya nyata yang telah ditinggalkan Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ tidak akan pernah sirna ditelan waktu. Ribuan murid yang telah beliau didik, pasien yang telah beliau sembuhkan, serta lembaga yang telah beliau bantu akan terus membawa manfaat bagi masyarakat luas.

​Nama beliau terpatri indah dalam sejarah perkembangan dunia medis dan pendidikan di Kalimantan Selatan. Masyarakarat Banua akan selalu mengenang beliau bukan hanya sebagai seorang ahli kedokteran jiwa yang hebat, tetapi sebagai manusia berhati mulia yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menebar kedamaian, kesehatan, dan kebaikan bagi sesama.

Agus tvMu

Follow WhatsApp Channel tvmukalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Dukung UMKM di Adaro Specta Preneur 2026, Bawa Produk Lokal Lebih Dekat dengan Masyarakat
Santri TPQ Al Insyirah Nurul Hasanah Raih Juara 1 Lomba Tahfidz 1 Juz Tilawah MTQ XXI Tingkat Kota Banjarbaru
Syamsudin Noor Salurkan Bantuan TJSL Rp270 Juta untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat
Kalsel Perkuat Hadapi Karhutla Pemprov Mempersiapkan Dana Rp15 Miliar
Tingkatkan Stabilitas dan Kenyamanan Jemaah Umrah, Bandara Syamsudin Noor Sediakan Holding Area Khusus Keberangkatan
Warna Baru Penerbangan Kuala Lumpur – Banjarmasin, Bandara Internasional Syamsudin Noor Sambut Batik Air Malaysia
Jejak Langkah dan Kenangan Abadi Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ: Dari Tanah Alabio untuk Kemanusiaan
Berita Duka: Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ, Tokoh Muhammadiyah dan Tokoh Kesehatan Kalsel Berpulang
Berita ini 68 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Dukung UMKM di Adaro Specta Preneur 2026, Bawa Produk Lokal Lebih Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:12 WITA

Santri TPQ Al Insyirah Nurul Hasanah Raih Juara 1 Lomba Tahfidz 1 Juz Tilawah MTQ XXI Tingkat Kota Banjarbaru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Syamsudin Noor Salurkan Bantuan TJSL Rp270 Juta untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:20 WITA

Kalsel Perkuat Hadapi Karhutla Pemprov Mempersiapkan Dana Rp15 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 21:41 WITA

Tingkatkan Stabilitas dan Kenyamanan Jemaah Umrah, Bandara Syamsudin Noor Sediakan Holding Area Khusus Keberangkatan

Berita Terbaru