Banjarmasin, tvmukalsel.com – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kalimantan Selatan atas berpulangnya tokoh kesehatan Banua, dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ. Kesan mendalam dan rasa hormat setinggi-tingginya disampaikan langsung oleh mantan Wakil Gubernur Kalsel periode 2005–2010 sekaligus Anggota DPRD Kalsel, HM. Rosehan Nor Bahri, SH dalam pesan Voice Note (VN) Senin, 21 September 2026 pagi.

Rosehan mengenang kembali momen perkenalan awal dirinya dengan almarhum dr. Achyar saat ia masih menjabat di pemerintahan provinsi. Kala itu, almarhum dipercaya memimpin institusi pelayanan kesehatan jiwa di Kalsel.
”Saya kenal beliau waktu saya masih menjabat Wakil Gubernur, saat beliau menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Jiwa Tamban. Walau tidak begitu dekat, saya sempat mengunjungi rumah sakit jiwa tersebut,” kenang Rosehan.
Ia juga menceritakan rekam jejak kepemimpinan almarhum yang panjang di dunia kesehatan daerah. Sebelum mengembangkan layanan kesehatan jiwa di Tamban, almarhum pernah memimpin Rumah Sakit Jiwa Pancasila—yang dahulu berlokasi di Jalan Loji (kini kompleks Mahligai Pancasila/Rumah Jabatan Gubernur)—hingga kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala RSUD Sambang Lihum.
Di mata Rosehan, dr. Achyar bukan sekadar seorang pejabat dan dokter spesialis, melainkan figur yang meninggalkan kesan hangat bagi siapa saja yang berinteraksi dengannya.
”Keseharian beliau itu santun, familier, dan sangat kebapaan. Saya pribadi merasa senang dan berkesan bisa mengenal beliau,” tuturnya.
Kehilangan Dua Tokoh Penting Banua
Kabar duka mengenai meninggalnya dr. Achyar diterima Rosehan melalui pesan di grup percakapan WhatsApp. Kepergian almarhum menjadi duka berlipat bagi Kalimantan Selatan, sebab dalam waktu yang berdekatan daerah ini kehilangan dua sosok mantan kepala dinas yang berjasa besar.
”Kalsel kehilangan dua tokoh sekaligus. Pertama Bapak Mohandas, mantan Kepala Dinas Pariwisata, dan yang kedua Bapak dr. Achyar Nawi Husin,” ujar Rosehan.
Karena bertepatan dengan prosesi pemakaman almarhum Mohandas di Taman Makam Bahagia, Rosehan mengaku tidak sempat ikut mengantar jenazah dr. Achyar ke liang lahad. Namun, usai pemakaman, ia menyempatkan diri mendatangi rumah duka untuk bertakziah dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
”Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi ke rumah duka, bertemu langsung dengan istri, anak-anak, serta menantu almarhum,” tambahnya.
Dedikasi Tanpa Batas hingga Usia Senja
Saat melayat ke rumah duka, Rosehan mengaku terkejut sekaligus kagum mendapati kenyataan tentang semangat pelayanan almarhum. Meski telah purnatugas dari birokrasi, dr. Achyar ternyata masih aktif membuka praktik medis di rumahnya hingga akhir hayat.
”Saya sangat terkejut, di usia senja beliau ternyata masih membuka praktik dokter di rumah. Inilah yang patut kita banggakan. Setelah menyelesaikan tugas di pemerintahan dan purnatugas, beliau tidak berhenti menyambung pengabdian kepada masyarakat sebagai dokter,” ungkap politisi senior Kalsel ini dengan nada bangga.
Rosehan meyakini bahwa sepanjang karier dan masa praktiknya, sudah tidak terhitung berapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan kesembuhan lewat tangan dingin almarhum.
”Mungkin sudah banyak sekali orang yang disembuhkan melalui beliau atas izin Allah SWT. Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala sumbangsih dan bakti beliau untuk Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Rosehan menyampaikan doa dan harapan agar jejak kebaikan serta dedikasi almarhum dr. Achyar Nawi Husin dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerusnya.
”Terima kasih Pak Achyar yang sudah bersama-sama menjaga dan mengabdi untuk Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan kebaikan dan langkah-langkah beliau bisa dilanjutkan oleh anak dan menantu beliau,” pungkasnya.








Komentar