500 Tahun Banjarmasin, Yamin Titip Pesan: Jangan Biarkan Sejarah dan Sungai Kehilangan Jati Diri

Sejarah 500 Tahun Perjalanan kota Banjarmasin

- Reporter

Jumat, 25 September 2026 - 08:47 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemko Banjarmasin menggelar ziarah di Kompleks Makam Sultan Suriansyah dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-500, kamis (24/9/2026) di Kelurahan Kuin Utara - Foto Dok Istimewa

Pemko Banjarmasin menggelar ziarah di Kompleks Makam Sultan Suriansyah dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-500, kamis (24/9/2026) di Kelurahan Kuin Utara - Foto Dok Istimewa

Banjarmasin, tvMukalsel.com – Lima abad usia Kota Banjarmasin tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Di Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kamis (24/9/2026) pagi, peringatan Hari Jadi ke-500 justru menjadi momentum untuk mengingat kembali akar sejarah sekaligus menatap masa depan Kota Seribu Sungai.

Ziarah dan tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Sultan Suriansyah, tokoh yang memiliki kaitan penting dengan sejarah awal berdirinya Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani, Wakil Wali Kota Hj Ananda, jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat Pemkot Banjarmasin turut mengikuti prosesi tersebut.

Usai ziarah, Yamin mengatakan usia 500 tahun harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan nilai perjuangan para pendahulu.

“Ya, tentunya hari ini adalah hari yang penuh bersejarah bagi kota kita, khususnya lima abad Kota    Banjarmasin. Hari ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun dan kita selalu melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Sultan Suriansyah,” ujarnya.

Menurut Yamin, warisan Sultan Suriansyah tidak cukup hanya dikenang melalui ziarah. Nilai perjuangan dan kebaikannya harus diteruskan dalam pembangunan kota dan menjadi bekal bagi generasi berikutnya.

“Beliau adalah tokoh di mana berdirinya Kota Banjarmasin. Tentunya kita harus meneladani dan memberikan apa yang menjadi sesuatu kebaikan untuk Kota Banjarmasin demi masa depan anak cucu kita,” katanya.
Memasuki lima abad, Yamin juga mengingatkan bahwa identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai merupakan warisan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, masa depan kota tidak bisa dilepaskan dari kepedulian terhadap lingkungan, terutama sungai.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Banjarmasin yang saya cintai dan saya sayangi. Ke depan kita harus menjadikan Kota Banjarmasin ini benar-benar kota yang nyaman, kota yang indah, dan menjadi warisan yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Ia secara khusus meminta masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah.
“Kota Seribu Sungai ini harus kita jaga. Kita harus menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah tidak lain adalah demi masa depan anak cucu kita ke depan,” tegasnya

 

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Ekonomi, Muhammadiyah Gandeng 'Aisyiyah dan Anak Muda Garap Bisnis Ritel Modern

Pesan menjaga warisan juga berlaku pada situs-situs bersejarah. Pemkot Banjarmasin mendorong Kompleks Makam Sultan Suriansyah menjadi salah satu tujuan wisata religi, sekaligus memastikan statusnya sebagai cagar budaya tetap terjaga.

Baca Juga :  ​Jejak Langkah dan Kebaikan Abadi Dr. Achyar Nawi Husin, Sp.KJ: Dari Alabio, Beruntung Jaya, hingga Peristirahatan Terakhir

 

Yamin mengatakan pengembangan kawasan makam tidak boleh mengorbankan keaslian sejarah. Penataan dapat dilakukan, tetapi harus tetap mempertahankan bangunan dan ornamen yang memiliki nilai historis.

“Segala sesuatu ornamennya tidak boleh kita serta-merta merubah. Kita harus mempertahankan apa yang menjadi dari dulunya. Namun kita bisa memperbaharui dengan menjaga keasrian, kebersihan dan kenyamanan bagi para peziarah maupun pengunjung,” ungkapnya.

Dengan penataan tersebut, Yamin berharap Kompleks Makam Sultan Suriansyah tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal sejarah Kesultanan Banjar serta perjalanan panjang Kota Banjarmasin.

“Kita berharap ini benar-benar bisa memberikan kenyamanan sebagai salah satu cagar budaya yang tentunya menarik perhatian para wisatawan untuk datang melihat sejarah Raja Banjar dan pendiri Kota Banjarmasin,” tukasnya.

Sumber: Rilis Diskominfo Banjarmasin

Follow WhatsApp Channel tvmukalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Apresiasi Pengungkapan Dugaan Penyalahgunaan Biosolar di Banjarmasin
Gelaran Mel’s Cup V2 2026 Sukses Digelar, RS Andi Abdurrahman Boyong Dua Gelar Juara
​Mengenang Almarhum dr. Achyar Nawi Husin,Sp.KJ, Rosehan NB: Sosok Santun dan Pengabdi Masyarakat yang Gigih
From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:52 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Apresiasi Pengungkapan Dugaan Penyalahgunaan Biosolar di Banjarmasin

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WITA

Gelaran Mel’s Cup V2 2026 Sukses Digelar, RS Andi Abdurrahman Boyong Dua Gelar Juara

Jumat, 25 September 2026 - 08:47 WITA

500 Tahun Banjarmasin, Yamin Titip Pesan: Jangan Biarkan Sejarah dan Sungai Kehilangan Jati Diri

Senin, 21 September 2026 - 10:43 WITA

​Mengenang Almarhum dr. Achyar Nawi Husin,Sp.KJ, Rosehan NB: Sosok Santun dan Pengabdi Masyarakat yang Gigih

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:38 WITA

From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Berita Terbaru